MEDAN — Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara membuka dua pelatihan untuk Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) pada Senin (22/6/2026) pagi. Kedua pelatihan digelar di Gedung Learning Centre Pusdiklatwas BPKP Wilayah 1 Sumatera Utara, dengan total 40 peserta dari sembilan Inspektorat Daerah di tiga provinsi.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara Farid Firman membuka Pelatihan Manajemen Risiko Tingkat Dasar di lingkungan APIP. Pada waktu yang sama, Kepala Pusdiklatwas BPKP yang diwakili oleh Koordinator Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan serta Manajemen Pengawasan Wilayah 1 Sumatera Utara, Gilang Perdana, membuka Pelatihan Audit Ketaatan di lingkungan APIP.

Pelatihan Manajemen Risiko Tingkat Dasar

Pelatihan Manajemen Risiko Tingkat Dasar diikuti oleh 23 peserta dari lima Inspektorat Daerah:

  • Inspektorat Kabupaten Aceh Jaya
  • Inspektorat Kabupaten Pidie Jaya
  • Inspektorat Kabupaten Asahan
  • Inspektorat Kabupaten Deli Serdang
  • Inspektorat Kota Padang Panjang

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memahami, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko secara sistematis. Penguatan kapasitas manajemen risiko ini menjadi instrumen penting bagi APIP daerah untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi sekaligus meningkatkan maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di lingkungan masing-masing. Pada gilirannya, kapabilitas manajemen risiko yang lebih matang diharapkan memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan proaktif.

Pelatihan Audit Ketaatan

Pelatihan Audit Ketaatan diikuti oleh 17 peserta dari empat Inspektorat Daerah:

  • Inspektorat Kabupaten Aceh Jaya
  • Inspektorat Kota Gunungsitoli
  • Inspektorat Kabupaten Padang Lawas Utara
  • Inspektorat Kabupaten Pakpak Bharat

Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memastikan organisasi mematuhi peraturan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku. Selain meningkatkan tata kelola dan efisiensi operasional, audit ketaatan menjadi salah satu pilar efektivitas pengendalian internal di instansi pemerintah. Kompetensi audit ketaatan yang dimiliki APIP juga akan menentukan kemampuan auditor menjalankan tugas pengawasan secara efektif di lingkungan masing-masing.

Harapan untuk Dampak Nyata

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara dan perwakilan Kepala Pusdiklatwas BPKP menyampaikan harapan agar kedua pelatihan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi seluruh peserta. Kompetensi baru yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan untuk mendukung peningkatan kualitas pengawasan dan tata kelola pemerintahan di instansi masing-masing.

Gedung Learning Centre Pusdiklatwas BPKP Wilayah 1 Sumatera Utara sendiri merupakan salah satu fasilitas pelatihan modern di lingkungan BPKP, dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pelatihan APIP nasional dengan standar fasilitas yang setara dengan pusat. Pemanfaatan fasilitas ini menjadi indikator konkret keberlanjutan investasi modernisasi infrastruktur pelatihan auditor di daerah.

Sumber: Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara