CIAWI — Pusdiklatwas Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menerima kunjungan audiensi dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN) untuk berdiskusi tentang penguatan tata kelola Corporate University (Corpu) di lingkungan instansi pemerintah. Pertemuan digelar pada Rabu, 24 Juni 2026 di Ruang Hybrid, Kampus 1 Pusdiklatwas BPKP.

Delegasi LAN dipimpin oleh Erfi Muthmainah, Direktur Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas LAN. Audiensi dihadiri Tim Pusdiklatwas BPKP dan Tim Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BPKP, dan dibuka oleh Kepala Pusdiklatwas BPKP Raden Murwantara.

Dalam sambutan pembukaan, Raden Murwantara menyampaikan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam memperkuat ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dengan kebutuhan organisasi. Forum audiensi diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan pengembangan kompetensi serta peningkatan kualitas layanan pembelajaran ASN.

Learning Value Chain dan Pengalaman GIA Corpu

Pusdiklatwas BPKP memaparkan penerapan konsep Learning Value Chain (LVC) sebagai pendekatan strategis untuk memastikan proses pembelajaran berjalan selaras dengan kebutuhan dan tujuan organisasi. Pendekatan ini menempatkan pembelajaran bukan sebagai kegiatan terisolasi, melainkan bagian dari rantai nilai yang menghubungkan strategi organisasi, kebutuhan kompetensi, desain pelatihan, hingga dampak pada kinerja.

Pada kesempatan yang sama, Pusdiklatwas berbagi pengalaman pengembangan Government Internal Audit Corporate University (GIA Corpu), termasuk berbagai capaian, rekognisi, dan penghargaan yang telah diraih sebagai Corpu rujukan di lingkungan auditor pemerintah. Tim Pusdiklatwas juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi dampak pelatihan untuk memastikan setiap program pembelajaran memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja dan pencapaian tujuan organisasi.

Training Needs Analysis dan Kolaborasi Pengelolaan SDM

Tim Biro SDM BPKP menyampaikan peran strategis pengelolaan pengembangan kompetensi melalui pendekatan Training Needs Analysis (TNA), mulai dari penyelarasan dengan strategi lima tahunan organisasi hingga penetapan arah pembelajaran tahunan. Pendekatan ini memastikan kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan agenda strategis BPKP.

Biro SDM BPKP juga memaparkan model kolaborasi internal dengan Pusdiklatwas dalam pengelolaan pembelajaran pegawai. Kolaborasi ini diarahkan agar program pengembangan lebih terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi.

Sinergi Lanjutan untuk Tata Kelola Corpu ASN

Melalui audiensi tersebut, LAN dan Pusdiklatwas BPKP membuka peluang penguatan sinergi pengembangan Corporate University di lingkungan ASN. Pertukaran pengalaman tentang LVC, evaluasi dampak pelatihan, dan TNA menjadi titik temu untuk membangun sistem pembelajaran terintegrasi yang mendukung tujuan organisasi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik.

LAN sebagai pembina sistem pengembangan kompetensi ASN, dan BPKP melalui GIA Corpu yang telah berjalan, memiliki potensi besar untuk saling melengkapi. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi instansi lain yang sedang membangun atau memperkuat Corpu masing-masing.

Sumber: Pusdiklatwas BPKP