MEDAN – Langkah penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih tidak lagi bisa bertumpu pada cara-cara konvensional. Sadar akan tantangan yang semakin kompleks, Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara bergerak taktis dengan meluncurkan tiga program pelatihan sekaligus demi meng-upgrade kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di tingkat kabupaten dan kota.
Dipusatkan di Medan, agenda ini dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara, Farid Firman, Senin (29/6/2026). Hadir sebagai bentuk komitmen nyata dari level pimpinan daerah, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Umar Yusri Tambunan, Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Hasan Heri Rambe, serta para Inspektur dari wilayah terkait.
Langkah akselerasi kompetensi ini dibagi ke dalam tiga kluster spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Kluster pertama adalah Pelatihan Probity Audit bagi Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai yang difokuskan untuk mengawal akuntabilitas pengadaan barang dan jasa.
Kedua, Pelatihan Audit Investigatif Level Basic bagi Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu guna menajamkan intuisi auditor dalam mengendus dan mengungkap indikasi kecurangan. Terakhir, Pelatihan Audit Kinerja Berbasis Risiko bagi Inspektorat Kota Binjai untuk melatih kebiasaan pengawasan yang berorientasi pada skala prioritas serta mitigasi risiko pembangunan.
Dukungan penuh pun mengalir dari pemerintah daerah. Menuliskan pesan tertulis Bupati, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Umar Yusri Tambunan mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar menyerap ilmu, melainkan menjadikan probity audit sebagai instrumen nyata pencegahan korupsi di daerah. Senada, Sekda Labuhanbatu Hasan Heri Rambe menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi BPKP dalam menempa SDM pengawasan yang profesional serta berintegritas tinggi.
Dalam arahannya, Farid Firman mengingatkan bahwa pelatihan ini bukan formalitas seremonial, melainkan investasi kelembagaan jangka panjang. Hasil dari penempaan ini harus langsung dirasakan oleh kepala daerah melalui output pengawasan yang jauh lebih tajam dan memberikan nilai tambah. APIP, menurut Farid, memikul tanggung jawab besar untuk berdiri di garda depan sebagai early warning system, quality assurance, sekaligus trusted advisor.
Pelatihan intensif ini dijadwalkan berlangsung dari 29 Juni hingga 2 Juli 2026. Seluruh aktivitas pembelajaran ini mengambil tempat di Gedung Learning Center Pusdiklatwas BPKP Wilayah 1 Sumatera Utara. Infrastruktur yang mengusung konsep smart building di Kota Medan ini merupakan bagian dari modernisasi fasilitas pembelajaran nasional yang dibangun menggunakan dana proyek State Accountability Revitalization Additional Financing (STAR AF), yang merupakan hasil kerja sama erat antara BPKP dan Asian Development Bank (ADB) dalam menyokong reformasi manajemen sektor publik Tanah Air.
