Jakarta — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengembangkan Smart Workshop di 33 kantor perwakilan untuk mendukung pembahasan hasil pengawasan berbasis data. Pengembangan ini melanjutkan pelaksanaan percontohan pada 2025 di kantor pusat dan Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta.

Smart Workshop memadukan ruang pertemuan, perangkat teknologi informasi dan komunikasi, serta penyajian dasbor pengawasan. Fasilitas tersebut dirancang agar informasi hasil pengawasan dapat ditampilkan dan dibahas bersama, sesuai kebutuhan penugasan dan pengambilan keputusan.

Dari Percontohan ke 33 Perwakilan

Pengembangan Smart Workshop pada 2025 mencakup tiga lokasi percontohan: Library Café dan Auditorium Timur di kantor pusat BPKP, serta Perwakilan BPKP DIY.

Pelaksanaannya memberikan pembelajaran tentang penataan ruang, kebutuhan perangkat, dan strategi pengadaan. Laporan Tahunan STAR AF 2025 mencatat bahwa tender awal perangkat ICT di Perwakilan DIY tidak berhasil karena tidak ada penyedia yang memenuhi kualifikasi. Paket kemudian dipisahkan menjadi perangkat audio dan tata cahaya serta sistem visual. Pengadaan dengan pembagian tersebut berhasil mendapatkan pemenang tender.

Pada 2026, pengembangan diperluas ke 33 kantor perwakilan lainnya. Perwakilan DIY telah menjadi bagian dari tahap percontohan sebelumnya.

Menyiapkan Data yang Layak Ditampilkan

Bersamaan dengan pengembangan fasilitas, BPKP menyiapkan informasi yang akan disajikan melalui dasbor Smart Workshop.

Di Banten, Tim Pusat Informasi Pengawasan (Pusinfowas) bersama perwakilan melaksanakan rekonsiliasi data hasil pengawasan dan pembahasan konten lokal pada 19 Agustus 2026. Kegiatan ini berfokus pada keandalan data dan kesesuaian informasi yang akan ditampilkan. Baca: BPKP Banten dan Pusinfowas Perkuat Dashboard Smart Workshop.

Sementara itu, Perwakilan BPKP DIY menggelar rapat internal lintas unit pada 15 September 2026 untuk mematangkan bahan tayang konten lokal. Baca: Perwakilan BPKP DIY Siapkan Bahan Tayang Konten Lokal Smart Workshop.

Kedua kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya persiapan data dalam pemanfaatan Smart Workshop. Informasi yang tampil perlu memiliki sumber yang jelas, konsisten, dan relevan dengan persoalan pengawasan di masing-masing wilayah.

Kemampuan menelusuri rincian informasi juga bergantung pada data dan aplikasi yang terhubung. Kehadiran layar dan ruang pertemuan belum dengan sendirinya memastikan semua data dapat diakses atau seluruh perbedaan informasi terselesaikan.

Menuju Pemanfaatan Berkelanjutan

Pengembangan Smart Workshop merupakan bagian dari Proyek State Accountability Revitalization Additional Financing (STAR AF), yang didukung pinjaman Asian Development Bank (ADB) kepada Pemerintah Indonesia. Periode pinjaman dijadwalkan berakhir pada 31 Maret 2027.

Menjelang tenggat tersebut, penyelesaian pekerjaan perlu berjalan bersama persiapan operasional: pengujian perangkat, penetapan pengelola, pembaruan konten, dan kesiapan pengguna.