BANDUNG – Tantangan pengelolaan dan pengawasan keuangan di tingkat daerah menuntut skema mitigasi yang jauh lebih presisi. Menjawab kebutuhan tersebut, Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat bergerak taktis dengan menggelar Pelatihan Pengawasan Intern Berbasis Risiko (PIBR) bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) se-Wilayah Jawa Barat di Hotel Santika, Bandung, pada .
Agenda strategis yang diikuti oleh 30 peserta ini diinisiasi sebagai langkah konkret dalam mengembangkan kompetensi teknis, memenuhi standar kebutuhan jabatan, sekaligus menyokong pengembangan karier para auditor daerah. Pelatihan resmi dibuka oleh Koordinator Pengawasan (Korwas) Bidang Program dan Pelaporan serta Pembinaan Kapabilitas APIP (P3A) BPKP Jawa Barat, Maman Suherman, yang hadir mewakili Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat. Pada saat yang bersamaan, Kepala Perwakilan tengah menunaikan agenda kedinasan lain berupa penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kota Bekasi.
Dalam sambutan pembukaannya, Maman Suherman menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Perwakilan. Lebih lanjut, ia memberikan penekanan serius mengenai esensi pelaksanaan diklat ini. Maman menegaskan bahwa seluruh pembiayaan yang melekat pada pelatihan PIBR ini sepenuhnya ditanggung oleh skema proyek State Accountability Revitalization Additional Financing (STAR AF).

Mengingat program STAR AF merupakan program strategis nasional BPKP yang didanai melalui pinjaman luar negeri dari Asian Development Bank (ADB), investasi berupa transfer pengetahuan (knowledge sharing) ini harus dipertanggungjawabkan dengan output yang konkret. Pihak BPKP Jabar berharap besar agar seluruh peserta mengikuti rangkaian diklat dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan memanfaatkan waktu secara maksimal demi menyerap materi secara utuh agar dapat diimplementasikan di instansi masing-masing.
Guna memastikan jalannya kegiatan berlangsung aman dan kondusif, panitia menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebelum pelatihan dimulai, seluruh peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan Swab Test Antigen, di mana seluruh hasilnya dinyatakan negatif.
Sebagai informasi, program STAR AF secara konsisten terus menyokong penguatan kapabilitas APIP di berbagai wilayah Indonesia melalui penyediaan diklat substansif, modernisasi teknologi informasi, hingga pengembangan pusat pembelajaran kediklatan. Investasi masif ini diarahkan untuk memperkuat fungsi APIP daerah sebagai lini pencegahan kecurangan, penjamin mutu (quality assurance), serta penasihat tepercaya bagi kepala daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Sumber: Kominfo BPKP Jabar
