YOGYAKARTA – Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan dikemas dalam bentuk studi banding untuk mempelajari tata kelola dan implementasi teknologi yang diterapkan BPKP DIY, khususnya fasilitas Smart Workshop.
Rombongan BPKP NTT disambut oleh jajaran manajemen dan tim teknis BPKP DIY di ruang tamu utama. Pertemuan awal ini menjadi forum diskusi untuk berbagi pengalaman terkait tantangan pengawasan di wilayah masing-masing, sebelum tim meninjau infrastruktur teknologi di kantor BPKP DIY.
Fokus studi banding diarahkan pada ruang kendali dan area simulasi Smart Workshop. Tim Teknis BPKP DIY yang dipimpin oleh Rochmad Susanto memberikan paparan mengenai aspek teknis operasional sistem. Penjelasan mencakup integrasi perangkat keras, pemanfaatan dasbor interaktif di layar utama, dan sistem autentikasi keamanan digital yang digunakan untuk mendukung kerja auditor.
Tim BPKP NTT juga melihat simulasi langsung dan mencoba pengoperasian beberapa konsol kontrol audio-visual serta sistem manajemen ruang terpadu. Hasil pembelajaran langsung ini akan dimanfaatkan BPKP NTT untuk perencanaan adaptasi teknologi serupa di kantor perwakilannya.
Pengembangan Smart Workshop di kantor-kantor perwakilan BPKP, termasuk yang menjadi rujukan dalam studi banding tersebut, didukung penuh oleh program State Accountability Revitalization Additional Financing (STAR AF). Program ini dilaksanakan BPKP dengan dukungan pinjaman dari Asian Development Bank melalui ADB Loan 3872-INO dan mencakup pembangunan Smart Workshop di 33 kantor perwakilan BPKP di seluruh Indonesia. STAR AF efektif sejak 2021 dan dijadwalkan berakhir pada Desember 2027.
(Disusun dari rilis Kominfo BPKP DIY)
