Makassar — Pembangunan Smart Building Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) BPKP di Kantor Pengelola Diklat Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan dimulai melalui groundbreaking, Rabu (4/10).
Groundbreaking dihadiri Sekretaris Utama BPKP Ernadhi Sudarmanto dan disaksikan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan Mohamad Risbiyantoro.
Kegiatan berlangsung serentak di empat Kantor Pengelola Diklat, yaitu Ciawi di Kabupaten Bogor, Medan di Sumatera Utara, Denpasar di Bali, dan Makassar di Sulawesi Selatan. Acara utama dipusatkan di Ciawi.
Empat Lantai, 300 Hari Kerja

Gedung direncanakan dibangun empat lantai, mencakup ruang asrama dan ruang kelas, untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pengawasan oleh Pusdiklatwas BPKP selaku pengelola Government Internal Audit Corporate University (GIA Corpu).
Pembangunan di Makassar dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) selaku kontraktor pemenang tender, dengan PT Ciriajasa Engineering & Management Consultant sebagai manajemen konstruksi. Pengerjaan dijadwalkan berlangsung 300 hari kerja dan ditargetkan rampung pada 2024.
ADB Harapkan Selesai Sebelum Proyek Berakhir
Direktur Asian Development Bank (ADB) Indonesia Jiro Tominaga dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung pelatihan dengan konsep smart building yang hijau, ramah lingkungan, inklusif, dan berteknologi modern diharapkan mampu menjawab kebutuhan penggunanya.
“Kami berharap konstruksi ini dapat diselesaikan dan diresmikan sebelum proyek ini berakhir, sehingga kami bisa menyaksikan penggunaannya selama proyek ini diterapkan,” ungkap Jiro.
Ia menyatakan ADB selaku mitra pembangunan berkomitmen mendukung agenda pemerintah dalam peningkatan akuntabilitas publik. “Semoga pembangunan Gedung Pintar terlaksana dengan baik,” tutupnya.
Kompetensi APIP Perlu Terus Dikembangkan
Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan bahwa Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tidak lagi cukup menguasai akuntabilitas dan audit, tetapi juga perlu meningkatkan kompetensi dinamis lain yang dibutuhkan dalam penyelesaian berbagai permasalahan.
“Menyadari pentingnya upaya penguatan kompetensi dan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah ini, dalam beberapa tahun terakhir kami BPKP telah melahirkan dan berkomitmen mengembangkan Government Internal Audit Corporate University (GIA Corpu). Sebagai wadah berkualitas untuk membentuk dan mengembangkan berbagai kompetensi para auditor intern sektor publik di Indonesia,” jelas Ateh.
Peran auditor intern yang lebih berkualitas selaku trusted advisor diharapkan mampu mendukung pemerintah dan sektor publik lainnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan serta mengantisipasi risiko ke depan.
592 Kelas dan 17.197 Peserta
Sampai dengan triwulan ketiga 2023, GIA Corpu telah menyelenggarakan 592 kelas dengan total peserta pelatihan mencapai 17.197 orang. Metode pembelajaran mencakup kombinasi tatap muka, hybrid, e-learning, dan self learning.
Angka tersebut menjadi dasar kebutuhan peningkatan kapasitas Kantor Pengelola Diklat di Ciawi, Medan, Denpasar, dan Makassar untuk memenuhi permintaan diklat.
Bagian dari STAR AF
Pembangunan Smart Building merupakan bagian dari keluaran kedua Proyek State Accountability Revitalization Additional Financing (STAR AF), ADB Loan Nomor 3872-INO, yang berfokus pada penguatan sistem pembelajaran dan pengembangan kompetensi aparat pengawasan intern pemerintah.
Pinjaman senilai US$90.000.000 tersebut ditandatangani pada 9 Desember 2019 dan mulai berlaku pada 15 Januari 2020, sebagai kelanjutan Program State Accountability Revitalization (STAR) yang berjalan sejak 2012.
Sumber: Kominfo BPKP Sulawesi Selatan
