Jakarta — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terus memperluas pembangunan Smart Workshop, fasilitas ruang pengawasan berbasis digital di kantor pusat dan kantor perwakilan di seluruh Indonesia.

Smart Workshop bukan sekadar ruang rapat yang diperbarui. Fasilitas ini menyatukan tiga hal sekaligus dalam satu ruang: pekerjaan sipil berupa penataan ulang ruangan, pemasangan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, serta penyajian dasbor pengawasan.

Selama beberapa tahun terakhir, BPKP membangun sejumlah sistem pengawasan berbasis digital. Ada dasbor Continuous Auditing and Continuous Monitoring, sistem informasi manajemen risiko, hingga sederet aplikasi analitik dan kolaborasi seperti Dahlia, Teratai, Sakura, dan P1ONIR.

Smart Workshop menjadi tempat sistem-sistem itu ditampilkan, diperkenalkan, dan dipakai bersama. Ruangan ini menjadi titik temu antara yang fisik dan yang digital, yakni ruang nyata tempat perangkat lunak yang selama ini berjalan di layar masing-masing orang dapat dilihat dan didiskusikan bersama-sama.

Fungsinya juga melekat pada alih pengetahuan, baik di lingkungan internal BPKP maupun bagi tamu dari luar lembaga.

Sepanjang 2025, pekerjaan berfokus pada percontohan di tiga lokasi, yaitu Library Café dan Auditorium Timur di kantor pusat, serta Perwakilan BPKP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketiganya mencakup paket pekerjaan sipil dan paket perangkat teknologi informasi dan komunikasi.

Pada 2026, cakupannya diperluas ke Auditorium Gandhi di kantor pusat dan 33 kantor perwakilan BPKP. Pengadaan perangkatnya dikonsolidasikan dari semula empat paket menjadi satu paket, disertai kegiatan swakelola untuk mendukung pemantauan pembangunan di seluruh perwakilan.

Bagian dari STAR AF

Pembangunan Smart Workshop merupakan bagian dari keluaran ketiga Proyek State Accountability Revitalization Additional Financing (STAR AF), ADB Loan Nomor 3872-INO, yang berfokus pada penguatan transformasi digital pengawasan.

Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai salah satu lokasi percontohan, beberapa kali menerima kunjungan perwakilan lain yang mempelajari pengelolaannya.