YOGYAKARTA — Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan piloting aplikasi Continuous Auditing and Continuous Monitoring (CACM) sekaligus pemutakhiran konten aplikasi pada tiga pemerintah daerah sasaran, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga diikuti oleh Pejabat Fungsional Auditor Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah (APD) Perwakilan BPKP DIY.

CACM adalah aplikasi yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan, pencegahan fraud, serta mendukung akuntabilitas melalui pemantauan data dan proses secara berkelanjutan dan real-time.

Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BPKP DIY Dessy Adin. Narasumber berasal dari Kedeputian Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah (PPKD) BPKP Pusat yang dipimpin oleh Koordinator Pengawas (Korwas) Akuntabilitas Keuangan Daerah Wilayah II, Sapto Prabowo.

CACM sebagai Penguat Early Warning System

Dengan pemanfaatan aplikasi CACM, diharapkan peran Inspektorat sebagai early warning system semakin kuat untuk mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.

Pengembangan dan penguatan skenario Continuous Auditing and Continuous Monitoring di lingkungan BPKP merupakan salah satu kegiatan yang didukung Project State Accountability Revitalization Additional Financing (STAR AF) — ADB Loan 3872-INO — melalui Kedeputian Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah (PPKD).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda modernisasi pengawasan berbasis data yang tengah dijalankan BPKP untuk memperkuat akuntabilitas keuangan negara. Piloting di Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu tahap penerapan konkret hasil pengembangan tersebut di tingkat pemerintah daerah.

Sumber: Kominfo BPKP DIY