Asian Development Bank menyetujui usulan pembatalan sebagian pinjaman STAR AF melalui surat bernomor 022/L/STAR AF/2026 tertanggal 21 Agustus 2026. Alokasi ADB Loan Nomor 3872-INO berkurang sebesar US$11.998.506,68, dari semula US$90.000.000 menjadi US$78.001.493,32.

Pembatalan bersumber dari tiga hal, yaitu target output yang telah tercapai, efisiensi dari selisih harga perkiraan sendiri dengan nilai kontrak, serta selisih kurs.

Realisasi Pinjaman dan Realisasi DIPA

Realisasi kumulatif pinjaman ADB tercatat US$65.876.334,22 atau 84,46 persen, sedangkan realisasi pagu DIPA 2026 tercatat 11,54 persen atau Rp46,93 miliar dari pagu Rp406,68 miliar.

Kedua angka menggunakan basis yang berbeda. Angka pertama menghitung seluruh dana yang telah ditarik sejak proyek berjalan pada 2020 terhadap alokasi pinjaman terbaru. Angka kedua menghitung tahun anggaran 2026 yang masih berjalan.

Pagu Rp406,68 miliar merupakan angka sebelum penyesuaian akibat pembatalan sebagian pinjaman. Laporan bulan ini mencatat hal tersebut sebagai tantangan, yaitu kinerja penyerapan yang belum selaras dengan kondisi terbaru total pinjaman setelah persetujuan ADB. Penyesuaian pagu DIPA sedang dikoordinasikan bersama Biro Keuangan, lintas PIU, dan Inspektorat.

Progress Variance berada pada 0,92 dengan memperhitungkan setoran awal, atau di bawah angka satu yang menjadi batas kategori behind schedule.

Empat Kegiatan Berstatus At Risk

Dari 55 kegiatan yang dipantau, 20 telah selesai dan 31 berjalan sesuai jadwal. Tidak ada kegiatan berstatus behind schedule. Empat kegiatan berstatus at risk, yaitu berisiko tidak selesai pada tahun berjalan.

Tiga di antaranya berasal dari satu kegiatan yang dipecah. Pada Agustus, pengadaan peralatan ICT Smart Workshop Auditorium Gandhi dibagi menjadi tiga paket terpisah, yaitu Paket 1 untuk peralatan video, Paket 2 untuk peralatan audio, dan Paket 3 untuk tata cahaya. Pemecahan ini menambah jumlah kegiatan dalam laporan bulanan dari 53 menjadi 55. Ketiganya menargetkan kontrak pada 18 September 2026.

Satu kegiatan lainnya adalah pengadaan Data Platform Enhancement untuk memperkuat Data Lakehouse, yang berada pada tahap persiapan penandatanganan kontrak dengan akhir kontrak Desember 2026.

Pekerjaan konstruksi Smart Workshop di empat kantor perwakilan tercatat mengalami deviasi negatif, yaitu progres fisik yang belum mencapai target milestone.

Rencana Tindak Lanjut

Laporan bulan ini memuat tiga rencana tindak lanjut. Koordinasi antara UKPBJ dan tim PPK di Biro Umum serta Pusinfowas untuk menyesuaikan milestone agar pekerjaan tidak melewati 2026. Koordinasi Biro Keuangan bersama lintas PIU dan Inspektorat untuk usulan revisi pengurangan DIPA. Koordinasi Biro Umum dengan PPK kantor perwakilan untuk menekan deviasi negatif, dengan mengoptimalkan peran tenaga pengawas dalam memantau capaian target secara harian.

Masa proyek berakhir pada Maret 2027. Hampir seluruh kontrak yang sedang berjalan menargetkan penyelesaian pada Oktober sampai Desember 2026.