Pada awal 2010-an, Indonesia menghadapi tantangan mendasar dalam pengelolaan keuangan negara. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan untuk laporan keuangan tahun 2011 menunjukkan dari 520 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), hanya 67 yang menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian, sementara 453 lainnya bergulat dengan opini wajar dengan pengecualian, tidak wajar, atau bahkan disclaimer. Akar masalahnya, sebagaimana disorot BPK dan dikuatkan rekomendasi formal DPD RI kepada DPR RI tahun 2013, adalah defisit kompetensi sumber daya manusia di bidang pengelolaan keuangan publik, terutama di tingkat daerah pasca-desentralisasi pada 2000 yang memindahkan lebih dari dua juta PNS ke pemerintah subnasional tanpa diimbangi penguatan kapasitas.

Masalah struktural seperti ini tidak bisa diselesaikan dalam satu siklus anggaran. Dari konteks itulah lahir State Accountability Revitalization atau STAR, kemitraan jangka panjang Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan Asian Development Bank (ADB), untuk menutup celah kompetensi melalui pengembangan SDM dan penguatan sistem pengawasan internal pemerintah.

STAR (2013–2020): Membangun Fondasi

ADB Board of Directors menyetujui paket pinjaman STAR senilai USD 57,75 juta pada 31 Oktober 2012, dengan Loan Agreement Nomor 2927-INO ditandatangani pada 26 November 2012 dan dinyatakan efektif pada 19 Februari 2013. Periode pelaksanaan yang awalnya direncanakan ditutup 30 Juni 2018 mengalami tiga kali perpanjangan, hingga proyek ini benar-benar ditutup pada 31 Maret 2020. Sekitar tujuh tahun pelaksanaan, dengan total realisasi USD 56,63 juta atau 98% dari alokasi.

STAR dibangun di atas tiga Output formal. Output 1: Capacity Development for Government Internal Auditor and Public Finance Officer, menjadi inti program dengan beasiswa S1 dan S2 di bidang akuntansi sektor publik, training dan sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor (JFA), Center of Excellence di delapan perguruan tinggi negeri, dan pengembangan New Adult Learning Methodology (NALM). Hasil akhir: 3.453 lulusan degree program (138% dari target DMF 2.500), 22.475 peserta training dan sertifikasi, serta jejaring akademik dengan 28 PTN sebagai penyelenggara program.

Output 2: e-Learning System and Modules menghasilkan sistem pembelajaran online yang mengubah secara fundamental cara Diklat JFA berjalan, dari antrean 1.330 peserta pada 2011 menjadi nol pada 2017, sekaligus melipatgandakan jumlah peserta tahunan dari 1.787 (2013) menjadi 5.638 (2019). Output 3: Institutional Strengthening through System Improvement membangun State Accountability Management Information System (SIMA), SIBIJAK, kerangka evaluasi lintas sektor, dan Pedoman Pengawasan Intern Berbasis Risiko (PIBR) yang kemudian dilembagakan melalui Peraturan BPKP Nomor 6 Tahun 2018.

Dampak STAR di lapangan dapat dilihat dari indikator yang relatif konkret. Di 67 pemerintah daerah yang menerima minimal 35 peserta program Non-Degree STAR, capaian opini WTP BPK melonjak dari 17,9% pada 2013 menjadi 85,1% pada 2017. ADB menilai proyek ini highly successful dalam Project Completion Report Maret 2020, satu dari kategori penilaian tertinggi dalam metodologi evaluasi proyek ADB.

Capaian-capaian STAR terdokumentasi dalam PCR Loan 2927-INO dan terus menjadi referensi penting bagi pengembangan kebijakan pengawasan internal di Indonesia.

STAR AF (2020–2027): Memperdalam dan Mendigitalkan

Pelajaran dari fase pertama, terutama rekomendasi PCR STAR untuk fokus berikutnya pada Information and Communication Technology (ICT) dan tata kelola Corporate University, menjadi pijakan bagi fase kelanjutan. State Accountability Revitalization Additional Financing atau STAR AF, dengan Loan ADB Nomor 3872-INO senilai total USD 90 juta, mulai efektif pada awal 2020. Masa pelaksanaan dirancang berlangsung hingga 31 Maret 2027, sehingga dari sisi periode, STAR AF adalah proyek yang lebih panjang dari pendahulunya.

STAR AF menjawab agenda yang belum tuntas dari fase sebelumnya sekaligus merespons tantangan baru. Empat ranah fokus utamanya:

Pertama, pendalaman Government Internal Audit Corporate University (GIA Corpu) sebagai corporate university untuk pengawasan intern pemerintah. Dimensi fisiknya diwujudkan melalui empat Smart Building yang dibangun di Pusdiklatwas Ciawi sebagai pusat, plus tiga simpul regional di Denpasar, Medan, dan Makassar. Keempat fasilitas diserahterimakan penuh pada Desember 2025. Dimensi institusional GIA Corpu diperkuat dengan Peraturan BPKP Nomor 1 Tahun 2022 tentang Sistem Pembelajaran Terintegrasi.

Kedua, capacity development berskala lebih besar. Target STAR AF: 19.400 peserta program JFA, Non-JFA, dan Technical Support. Per akhir 2025, target ini telah terlampaui dengan 23.296 peserta tersertifikasi (120% dari target).

Ketiga, transformasi digital pengawasan. STAR AF mendukung pengembangan aplikasi inovasi audit termasuk DAHLIA (Robotic Process Automation), TERATAI (data analytics), dan SAKURA (analisis dokumen berbasis Artificial Intelligence dan Natural Language Processing), serta penguatan State Accountability Management Information System (SIMA). Termasuk pula penguatan kapasitas digital forensic di bawah Direktorat Investigasi, yang menghasilkan akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 untuk Laboratorium Forensik Digital BPKP pada Januari 2023.

Keempat, pemerataan infrastruktur pengawasan ke daerah. Smart Workshop dibangun di 33 Perwakilan BPKP sebagai komponen terpisah (Output 3), menjadikan ruang kerja auditor di daerah setara dengan fasilitas di pusat. Plus Continuous Auditing and Continuous Monitoring (CACM) yang per Maret 2026 telah diimplementasi penuh di 36 Perwakilan BPKP. CACM sendiri adalah paradigma BPKP yang berjalan dengan APBN murni; STAR AF mendukung implementasinya dengan infrastruktur digital.

Mitra Kerja Sama

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang menjalankan fungsi pengawasan internal pemerintah dan pembinaan APIP di seluruh Indonesia. BPKP merupakan executing agency yang memimpin pelaksanaan STAR dan STAR AF.

Asian Development Bank (ADB) adalah lembaga keuangan pembangunan multilateral yang berperan sebagai mitra pendanaan dan pendamping teknis. STAR dan STAR AF berada dalam kerangka kerja sama jangka panjang ADB dengan Indonesia di sektor tata kelola dan akuntabilitas publik.

Project Management Consultant (PMC) STAR AF adalah tim konsultan independen yang bertugas mendampingi BPKP dalam pelaksanaan harian STAR AF, mulai dari perencanaan kegiatan, pemantauan komponen pinjaman, hingga dokumentasi dan komunikasi capaian proyek. PMC STAR AF mengelola situs ini sebagai bagian dari fungsi Knowledge Management & Communication.

Tentang Situs Ini

Staraf.id adalah Knowledge Management System (KMS) sekaligus rumah arsip warisan STAR dan STAR AF. Tujuannya ada tiga:

  1. Dokumentasi. Menyediakan akses publik terhadap publikasi resmi, laporan, modul, dan kebijakan yang dihasilkan kedua proyek selama lebih dari satu dekade.
  2. Diseminasi. Mengangkat praktik baik, studi kasus, dan pembelajaran dari lapangan ke audiens yang lebih luas: APIP di seluruh Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah, akademisi, mitra pembangunan, jurnalis, dan publik yang berminat pada isu tata kelola.
  3. Kontinuitas. Memastikan pengetahuan yang dibangun sepanjang kemitraan tidak hilang saat proyek berakhir, melainkan tetap dapat diakses dan dikembangkan oleh komunitas APIP dan pemangku kepentingan lain.

Situs ini terbuka untuk semua. Dokumen publikasi dapat diunduh bebas dan artikel pustaka dapat dibagikan dengan menyebut sumber. Kami juga menerima kontribusi pengalaman lapangan dari komunitas APIP dan mitra-mitra pelaksana. Untuk berkontribusi, memberi koreksi, atau bertanya tentang program, silakan hubungi tim kami melalui halaman Kontak.